Sunday, 5 August 2012

GAYA BAHASA DAN FUNGSINYA


METAFORA

Penggunaan kata-kata yang menerbitkan makna yang lain daripada makna tersurat atau disebut bahasa kiasan. Gabungan kata konkrit dan abstrak.
Fungsi : Bahasa bandingan untuk menggerakkan imaginasi pembaca.
Contoh : Bulan kini bukan lagi menara kasih jernih
terbenam di kaki hari.

IRONI

Gaya bahasa sindiran yang menyatakan sesuatu tetapi mempunyai makna yang lain.(satu-satu yang berlainan dengan realiti atau pertentangan dengan sebenarnya)
Fungsi : Untuk menggerakkan imaginasi pembaca.
Contoh : kadangkala ada akhir tak ada mula

PARADOKS

Gaya bahasa yang bertentangan kata-kata dalam ayat. Suasana / keadaan yang berlawanan.
Fungsi : Memperlihatkan satu keadaan atau suasana yang berlawanan.
Contoh : buruk dalam cantik
pahit dalam ubat

HIPERBOLA

Pernyataan yang dibuat secara berlebih-lebihan dalam usaha menekankan sesuatu pandangan, idea atau peristiwa.
Fungsi : Untuk memukau pembaca
Contoh : atau cakap-cakap gunungIsinya lembah sampah

ALUSI

Kiasan / menyindir / merujuk kepada sesuatu secara tidak langsung
Fungsi : Untuk menggerakkan imaginasi pembaca.

ONOMATOPOEIA

Pembentukan kata yang meniru bunyi asal sesuatu atau perbuatan.
Fungsi : menimbulkan irama untuk mengindahkan pendengaran
Contoh : angin menderu ru ru ru

RIMA

Skema bunyi pada akhir baris dalam rangkap
Fungsi : Menimbulkan keindahan irama
Contoh : Aku telah dihimpit bising peradaban - a
kasih dan cinta manusia - b
yang luput - c
ketika kau tetap abadi menatap alam - d
menyaksi kejadian serba takjub - e
sepi namun sentosa - b
bahagia sekalipun purba. - b

RITMA / IRAMA

Alunan lembut dan keras bunyi yang berulang secara teratur, imbangan kata dalam baris, dan panjang pendek baris sebuah sajak. Keharmonian bunyi dan susunan kata dalam karya puisi. Rentak / ragam / tingkah.
Fungsi : Menimbulkan keindahan irama

ANAFORA

Perulangan perkataan di awal baris yang sejajar / berturutan
Fungsi : Menimbulkan kesan penegasan maksud / menimbulkan keindahan irama
Contoh : betapa rumitnya
betapa seksanya dia menunda usia

EPIFORA

Perulangan perkataan di akhir baris yang sejajar / berturutan
Fungsi : Menimbulkan kesan penegasan maksud / menimbulkan keindahan irama
Contoh : menggoda hati tergugah
mengusik hati tergugah

INVERSI

Pembalikan kata / ayat / rangkaikata
Fungsi : Untuk menimbulkan kelainan penyebutan / pengucapan bunyi
Contoh : gelisah hidupku (sepatutnya: hidupku gelisah)
samar waktu (sepatutnya: waktu samar)

ASONANSI

Perulangan bunyi vokal dalam sesuatu baris sajak.
Fungsi : Untuk menimbulkan kemerduan bunyi / kelembutan bunyi / keindahan bunyi
Contoh : hamparan kasihku (perulangan bunyi vokal [a])

ALITERASI

Perulangan bunyi konsonan dalam sesuatu baris sajak.
Fungsi : Untuk menimbulkan kemerduan bunyi / kelembutan bunyi / keindahan bunyi
Contoh : kuletakkan di langkah setiamu (perulangan bunyi konsonan [k])

SIMILE

Membandingkan sesuatu keadaan, suasana atau benda lain. Setiap benda perbandingannya diikuti oleh kata-kata: seperti, bak, bagai, laksana, umpama.
Fungsi : Menimbulkan kesan penegasan maksud / menimbulkan keindahan irama
Contoh : kurun serigala menerkam mangsa seperti di Sahara Afrika
bulan yang kupandangi bagai ketuaan ditelan waktu

PERSONIFIKASI

Pemberian sifat manusia pada binatang, tumbuhan atau benda bukan hidup
Fungsi : Menggerakkan imaginasi pembaca
Contoh : menyentak celaru kehidupan yang kupapah
menggaru di paru-paru

CITRA

Gambaran, lukisan, arca, atau imej.
Fungsi : Untuk memberikan gambaran tertentu
Contoh : warga petani (Penyair menyifatkan petani sebagai sekelompok warga sebuah negara)

PERLAMBANGAN

Simbol yang membawa makna tertentu
Fungsi : Untuk menegaskan maksud
Contoh : kubaling jauh-jauh kunci di mataku.

PERULANGAN (Terdapat beberapa jenis perulangan yang terdapat dalam sajak)

Perulangan bunyi vokal dalam sesuatu baris sajak. (Asonansi)

Perulangan bunyi konsonan dalam sesuatu baris sajak. (Aliterasi)


Perulangan perkataan/kata di awal baris yang sejajar / berturutan (Anafora)
Contoh : aku berlatih menangkis angin
aku berlatih memunggah awan

Perulangan frasa dalam baris yang sama / sejajar / berurutan
Fungsi : Menimbulkan keindahan irama dan bunyi / Menegaskan maksud
Contoh : aku berlatih menangkis angin
aku berlatih memunggah awan

Perulangan perkataan/kata di akhir baris yang sejajar / berturutan (Epifora)
Contoh : menggoda hati tergugah
mengusik hati tergugah

Perulangan perkataan/kata di tengah baris
Fungsi : Menimbulkan keindahan irama dan bunyi / Menegaskan maksud
Contoh : menggoda hati tergugah
mengusik hati tergugah

Perulangan perkataan/kata dalam baris yang sama
Fungsi : Menimbulkan keindahan irama dan bunyi / Menegaskan maksud
Contoh : aku pun terbang setelah hinggap, danterbang lagi. Begitulah.

Perulangan kata di awal baris pertama rangkap
Fungsi : Menimbulkan keindahan irama dan bunyi / Menegaskan maksud
Contoh : Perkataan ‘Dalam’ di awal rangkap 1,2,3,4,5, dan 6 dalam sajakwww.sibermerdeka.com.my

Perulangan kata di akhir baris pertama rangkap
Fungsi : Menimbulkan keindahan irama dan bunyi / Menegaskan maksud
Contoh : Perkataan ‘diriku’ di akhir rangkap 1,2,3,4,5, dan 6 dalam sajak





NADA DALAM SAJAK

  • Melankolik -sedih 
  • Patriotisme -Cinta akan negara 
  • Sinis -Mengejek / menyindir 
  • Romantis/Romantik -Kegembiraan / kebahagiaan 
  • Protes -Membangkang 
  • Ironi -Keadaan yang menunjukkan penentangan 
  • Ode / Oda -Memuji atau menyanjung 


RIMA AKHIR

  • Sajak -Bebas 
  • Syair -a,a,a,a 
  • Pantun -a,b,a,b 


BENTUK DALAM SAJAK

  • Distikhon -----Dua baris setiap rangkap 
  • Terzina -----Tiga baris setiap rangkap 
  • Kuatren -----Empat baris setiap rangkap 
  • Kuantren -----Lima baris setiap rangkap 
  • Sestet -----Enam baris setiap rangkap 
  • Septet -----Tujuh baris setiap rangkap 
  • Oktaf -----Lapan baris setiap rangkap 
  • Soneta -----Empat belas baris setiap rangkap 










No comments:

Post a Comment